Film Biografi Terbaik

Merupakan kumpulan film autobiografi atau disebut juga otobiografi, yakni kisah-kisah kehidupan seseorang. Kesuksesan yang banyak mengandung nilai perjuangan, pengorbanan, cinta kasih dan pelajaran moral lainnya. Cerita dari film biografi selalu menjadi sumber inspirasi bagi kita dalam memandang hidup. Disini banyak kisah nyata mengharukan yang layak untuk diteladani. Namun kita harus juga memahami bahwa yang difilmkan mungkin jauh dari kenyataan, bisa lebih atau bahkan bisa kurang. Karena setiap film harus ada bumbu dialog dan konflik. Hanya beberapa saja yang mungkin mendekati aslinya. Seperti karakter yang meliputi cara tokoh utama berbicara, cara dia berjalan, perangainya terhadap orang lain. Tapi untuk cara dia berpikir dan menyelesaikan masalah mungkin berbeda.

[daftarisi]

Rekomendasi Film Bergenre Biografi Yang Wajib Tonton

The Intouchables 2011

“The Intouchables” (2011), disutradarai oleh Olivier Nakache dan Éric Toledano, adalah film drama komedi asal Prancis yang sukses besar, meraih pendapatan kotor global sebesar $426 juta menurut Box Office Mojo. Film ini memiliki rating IMDb 8,5/10 berdasarkan 1 juta ulasan dan skor 75% di Rotten Tomatoes berdasarkan 127 ulasan kritikus. Di Amerika Serikat, film ini tersedia untuk ditonton di Hulu menurut Collider.

Hwang Jin Yi 2007

“Hwang Jin Yi” (2007), disutradarai oleh Yun-hyeon Jang, adalah film drama biografi Korea Selatan berdurasi 2 jam 22 menit. Film ini meraih pendapatan kotor sebesar $8.511.147 secara internasional menurut Box Office Mojo. Di IMDb, film ini mendapatkan rating 6,3 dari 10 berdasarkan 654 ulasan. Di Rotten Tomatoes, film ini memiliki skor penonton 56% berdasarkan lebih dari 500 ulasan. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix menurut situs resmi Netflix.

Sang Pencerah 2010

“Sang Pencerah” (2010), disutradarai oleh Hanung Bramantyo, adalah film drama Indonesia yang mengisahkan perjalanan hidup KH Ahmad Dahlan. Film ini memiliki durasi 120 menit. Sebagian metrik publik seperti total pendapatan/box office, skor IMDb, atau skor Rotten Tomatoes tidak tercantum pada sumber yang kami temukan.

The Social Network 2010

“The Social Network” (2010), disutradarai oleh David Fincher, adalah film drama biografi yang mengisahkan pendirian Facebook. Film ini meraih pendapatan global sebesar $224 juta menurut Box Office Mojo, dengan rating IMDb 7,8/10 menurut IMDb dan skor 96% di Rotten Tomatoes menurut Rotten Tomatoes. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix menurut Rotten Tomatoes.

Catch Me If You Can 2002

“Catch Me If You Can” (2002), disutradarai oleh Steven Spielberg, adalah film drama komedi yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dan Tom Hanks. Film ini meraih pendapatan box office sebesar $352,1 juta menurut Box Office Mojo. Di IMDb, film ini mendapatkan rating 8,1 dari 10 berdasarkan 1,2 juta ulasan, sementara Rotten Tomatoes memberikan skor 96% dari 203 ulasan kritikus. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix menurut Flixster.

Malcolm X 1992

“Malcolm X” (1992) adalah film drama biografi yang disutradarai oleh Spike Lee, dengan Denzel Washington berperan sebagai tokoh utama. Film ini memiliki durasi 202 menit dan dirilis pada 18 November 1992. Menurut Box Office Mojo, film ini meraup pendapatan domestik sebesar $48.169.910. Di Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan skor 89% dari 83 ulasan kritikus dan 91% dari lebih 50.000 penonton. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix.

127 Hours 2010

“127 Hours” (2010) adalah film drama biografi yang disutradarai oleh Danny Boyle, dengan James Franco sebagai pemeran utama. Film ini meraih pendapatan box office sebesar $60,7 juta menurut Box Office Mojo. Skor IMDb dan Rotten Tomatoes tidak tersedia dalam sumber yang kami temukan. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix menurut Rotten Tomatoes.

The Caravan of Pride (Karbala) 2009

“The Caravan of Pride” (2005), disutradarai oleh Basel Al Khatib, adalah film drama sejarah berdurasi 1 jam 54 menit yang menggambarkan peristiwa pasca-pertempuran Karbala. Film ini memiliki rating IMDb 7,4 dari 10 berdasarkan 68 ulasan. Meskipun tidak tersedia di platform streaming utama seperti Netflix atau Prime Video, film ini dapat ditonton secara online melalui situs-situs seperti ShiaTV.

Antara Film Biografi dan Kisah Nyata

Perbedaan dengan karakter aslinya pada film biografi ini bergantung pada sejauh mana observasi yang dilakukan sang sutradara atau pembuat skenario pada setiap masalah yang dihadapi tokoh utama, bila ada pada kondisi a bagaimana reaksi dan solusi tokoh, bila dihadapkan pada keadaan b bagaimana cara ia menghadapinya, dan ini mengacu pada masalah sesungguhnya didunia nyata atau pengalaman yang pernah dialami tokoh utama. Setelah sang sutradara memahami, tinggal pendalaman karakter oleh aktor, beberapa yang menurut Mr. Plot patut diacungi jempol adalah film malcolm x, wikileaks, stephen hawkings, yang para aktornya memerankan secara sempurna, bahkan Mr. Plot hampir mengira itu film dokumenter.

Ada pula film biografi yang sama sekali tidak ada didunia nyata, namun dalam film karakternya begitu kuat, perjalanan hidupnya sangat menginspirasi, seperti taare zameen par, yang bercerita tentang penderita disleksia, atau my name is khan yang juga seputar disleksia, ada juga yang nyaris Mr. Plot kira adalah kisah nyata yaitu life of pie, yang bercerita tentang seseorang yang terombang ambing di lautan bersama seekor harimau dalam sebuah skoci.

Film Jenis Biografi Dengan Rating Tertinggi

Malcolm X 1992

“Malcolm X” (1992) adalah film drama biografi yang disutradarai oleh Spike Lee, dengan Denzel Washington berperan sebagai tokoh utama. Film ini memiliki durasi 202 menit dan dirilis pada 18 November 1992. Menurut Box Office Mojo, film ini meraup pendapatan domestik sebesar $48.169.910. Di Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan skor 89% dari 83 ulasan kritikus dan 91% dari lebih 50.000 penonton. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix.

American Gangster 2007

“American Gangster” (2007), disutradarai oleh Ridley Scott, adalah film drama kriminal yang mengisahkan tentang perdagangan narkoba di Harlem pada tahun 1970-an. Film ini meraih pendapatan kotor sebesar $269,8 juta di seluruh dunia menurut Box Office Mojo. Dengan durasi 157 menit, film ini memiliki rating IMDb 7,8/10 menurut IMDb dan skor 81% dari 213 ulasan kritikus serta 90% dari lebih 250.000 penonton di Rotten Tomatoes. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix menurut The Numbers.

Oppenheimer 2023

“Oppenheimer” (2023), disutradarai oleh Christopher Nolan, adalah film biografi epik yang mengisahkan kehidupan J. Robert Oppenheimer, fisikawan teoretis yang berperan penting dalam pengembangan senjata nuklir pertama selama Perang Dunia II. Film ini meraih pendapatan global sebesar $975,8 juta, menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi ketiga pada tahun 2023, menurut Wikipedia. “Oppenheimer” juga mendapatkan pujian kritis, dengan skor 93% di Rotten Tomatoes, menurut Wikipedia. Film ini tersedia untuk ditonton di Peacock di Amerika Serikat dan di Amazon Prime Video di Kanada, menurut Wikipedia.

Film A Beautiful Mind 2001

Film “A Beautiful Mind” yang disutradarai oleh Ron Howard pada tahun 2001 ini memiliki rating IMDb sebesar 8,2 menurut Rating Graph. Film ini juga memiliki rating Rotten Tomatoes sebesar 74% menurut Rotten Tomatoes. Film ini telah meraih total pendapatan sebesar $316.791.257 menurut Box Office Mojo. Namun sayang sekali tidak ada data jumlah penonton yang kami dapatkan. Film ini dapat ditonton melalui layanan streaming Netflix di Amerika Serikat menurut NetflixReleases.

127 Hours 2010

“127 Hours” (2010) adalah film drama biografi yang disutradarai oleh Danny Boyle, dengan James Franco sebagai pemeran utama. Film ini meraih pendapatan box office sebesar $60,7 juta menurut Box Office Mojo. Skor IMDb dan Rotten Tomatoes tidak tersedia dalam sumber yang kami temukan. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix menurut Rotten Tomatoes.

The Caravan of Pride (Karbala) 2009

“The Caravan of Pride” (2005), disutradarai oleh Basel Al Khatib, adalah film drama sejarah berdurasi 1 jam 54 menit yang menggambarkan peristiwa pasca-pertempuran Karbala. Film ini memiliki rating IMDb 7,4 dari 10 berdasarkan 68 ulasan. Meskipun tidak tersedia di platform streaming utama seperti Netflix atau Prime Video, film ini dapat ditonton secara online melalui situs-situs seperti ShiaTV.

Everest 2015

“Everest” (2015), disutradarai oleh Baltasar Kormákur, adalah film drama petualangan berdurasi 121 menit yang mengisahkan tragedi pendakian Gunung Everest pada 1996. Film ini meraup pendapatan global sebesar $203 juta dari anggaran $55 juta, menurut IMDb. “Everest” memiliki rating 73% dari 232 ulasan kritikus di Rotten Tomatoes, menurut Rotten Tomatoes. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix, menurut Rotten Tomatoes.

Eat Pray Love 2010

“Eat Pray Love” (2010), disutradarai oleh Ryan Murphy, adalah film drama romantis yang dibintangi oleh Julia Roberts. Film ini meraup pendapatan sebesar $204,6 juta secara global, dengan anggaran produksi $60 juta. Durasi film ini adalah 2 jam 13 menit. Film ini tersedia untuk ditonton di Netflix.

Dari Bohemian Rhapsody ke Gie

Film biografi memiliki tantangan lebih dari film bergenre lainnya. Terutama, apabila film tersebut menceritakan tokoh yang sangat terkenal atau mendunia. Mari kita mengambil contoh dari dua film biografi terbaik berikut ini.

Bohemian Rhapsody

Film ini mengambil judul dari salah satu lagu fenomenal dari Queen, sebuah grup band rock asal Inggris. Para penggemar Queen di seluruh dunia pasti sangat menantikan film ini. Sebagai sutradara, Bryan Singer berhasil merangkai adegan dan alur cerita dengan apik.

Menyimak judul tersebut, kita mungkin mengharapkan akan menyaksikan bagaimana band ini menghadapi perjalanan dan pasang surutnya industri musik saat itu. Kita menginginkan setiap personel akan menunjukkan kisah hidupnya masing-masing hingga konser amal yang mereka lakukan di Wembley Stadion.

Namun, mungkin karena film ini memang bermaksud menapilkan biografi Freddy Mercury, inilah yang mendapatkan porsi utama ketimbang figur personel Queen lainnya.

Memang, Freddy Mercury adalah icon Queen. Ia yang membawa Queen menjadi band rock papan atas dan menciptakan banyak lagu hits. Sayangnya, banyak penonton yang menyayangkan akan sangat minimnya porsi personel lain seperti Bryan May (gitaris), Roger Taylor (drummer), dan John Deacon (basis) dalam film ini.

Meski demikian, Bohemian Rhapsody layak menjadi film biografi terbaik karena mendapatkan banyak penghargaan di Academy Awards ke-91. Film yang memiliki anggaran pembuatan 50 juta dollar ini pun meraih pendapatan hingga hampir 900 juta dollar. Di samping itu, film ini juga meraih rekor box office terbesar sepanjang masa untuk film bergenre biografi.

Gie

Meski telah lama meluncur di pasaran, yaitu pada tahun 2005, film ini masih menjadi film biografi terbaik Indonesia hingga saat ini. Gie menduduki peringkat pertama mengalahkan film biografi yang lainnya, seperti Sang Pencerah (2010) dan Habibie Ainun (2012).

Miles Films memproduksi film ini dan memercayakan penggarapannya kepada Riri Riza sebagai sutradara. Sebagaimana yang telah saya bahas sebelumnya, film ini menceritakan kisah hidup Soe Hok Gie, seorang mahasiswa, penulis, dan aktivis dengan latar tahun 1960-an.

Film ini berhasil menggambarkan sosok Gie sebagai orang yang memiliki prinsip dan idealis. Ia tumbuh dan mengembangkan diri dengan prinsip-prinsip hidupnya. Ia pun mendapat banyak tantangan dan pergulatan batin akibat prinsip itu sendiri. Kolaborasi sang sutradara berhasil membuat suasana tahun 1960-an dalam film ini menjadi sangat hidup.

Film yang mengadaptasi buku Catatan Seorang Demonstran ini menuai beberapa kritik. Soe Hok Gie sendiri yang menulis buku Catatan Seorang Demonstran ini. Ia menuliskan pemikiran-pemikirannya, mimpi-mimpinya, dan ideologinya dalam buku ini. Akan tetapi, film Gie memiliki selipan kisah fiksi yang muncul dengan cukup dramatis. Sebagian kalangan berpendapat bahwa hal itu membuat nilai tentang pemikiran Soe Hok Gie menjadi berkurang.

Tanpa mengabaikan kritik tersebut, film Gie ini sangat layak menjadi film biografi terbaik. Film ini memenangkan beberapa penghargaan dalam Festival Film Indonesia. Di antaranya adalah kategori film terbaik dan penataan sinematografi terbaik. Bahkan, Nicholas Saputra yang memerankan Gie pun mendapat penghargaan sebagai aktor terbaik.

Baiklah, itulah tadi tulisan mengenai film biografi terbaik. Sebuah biografi akan menjadi berarti apabila kita dapat menarik pelajaran hidup dari perjalanan tokoh di dalamnya. Pelajaran yang tidak hanya akan memperkaya pengetahuan kita tentang kehidupan, tetapi juga membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Istilah Film dan Biografi

filmSebelum membicarakan film biografi terbaik, kita akan sedikit menelisik mengenai film, biografi, dan film biografi. Film dalam KBBI memiliki salah satu pengertian sebagai lakon (cerita) gambar hidup. Maka, kita tidak akan membahas pengertian lainnya dalam tulisan ini.

Istilah film yang berkaitan dengan film teater berarti sebuah layar yang menampilkan ilusi optik berupa gambar yang bergerak. Gambar yang bergerak tersebut merupakan hasil dari serangkaian gambar diam yang telah ditangkap.

Kemudian, kita akan mengenal istilah biografi. Biografi memiliki pengertian umum sebuah teks yang menceritakan riwayat hidup seorang tokoh. Tokoh-tokoh dalam biografi biasanya merupakan tokoh yang memiliki reputasi dalam bidang tertentu. Misalnya, seorang tokoh perjuangan dalam sejarah, tokoh dalam bidang sains, atau seorang seniman.

Berdasarkan dua pengertian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa film biografi adalah film yang menceritakan riwayat hidup seorang tokoh. Dengan demikian, kita bisa menceritakan riwayat hidup seorang tokoh melalui sebuah buku dalam bentuk teks biografi, atau melalui sebuah gambar gerak dalam bentuk film biografi.

Manfaat Biografi

BiografiMungkin, saya harus mengingatkan kembali bahwa tulisan ini bukan mengenai daftar film biografi terbaik. Oleh karena itu, kita akan melanjutkan pembicaraan ini dengan mengetahui manfaat dari sebuah biografi. Kita dapat pula menyebut hal ini sebagai alasan tujuan pembuatan sebuah biografi.

Biografi merupakan riwayat hidup seorang tokoh. Di dalamnya, kita bisa menemui kisah-kisah yang terjadi terhadap tokoh tersebut. Kita akan menemukan bahwa tokoh tersebut mengalami serangkaian peristiwa dalam hidupnya. Peristiwa-peristiwa itu bisa berhubungan dengan karier tokoh tersebut, lingkungan sekitarnya, atau hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa bersejarah yang melibatkan tokoh itu.

Dengan demikian, kita akan melihat bagaimana tokoh tersebut mengembangkan karakter dan kemampuannya. Kita juga akan menyaksikan bagaimana tokoh itu menunjukkan sikap dan mengatasi masalah-masalah yang ia alami dalam hidupnya. Maka, kita pun dapat menjadikan hal itu sebagai pembelajaran hidup kita sendiri.

Kita dapat menarik pelajaran dari pengalaman hidup tokoh tersebut. Selain itu, kita bisa meneladani sikap atau karakter positif dari tokoh tersebut. Kita bisa menjadikannya motivasi bagi diri kita sendiri agar lebih kuat dalam menghadapi kenyataan hidup. Dengan kata lain, kita dapat menerapkan berbagai pelajaran dari kisah hidup tokoh tersebut dalam kehidupan kita sendiri agar kita menjadi sosok dan pribadi yang lebih baik.

Membaca Teks Biografi atau Menonton Film Biografi

Kita dapat menikmati sebuah biografi dengan cara membaca buku atau teks biografi. Atau, dengan menonton film biografi. Saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya sehubungan dengan hal itu.

Suatu hari, saya memiliki kesempatan untuk membaca buku Stephen King On Writing. Saat itu, saya sedang berkuliah dan memiliki keinginan menggebu-gebu untuk menjadi penulis. Saya berharap dapat menemukan trik-trik super untuk menjadikan tulisan saya memiliki kualitas seperti Stephen King. Namun, saya justru mendapat pelajaran luar biasa dari kisah hidup Stephen dalam menekuni profesinya sebagai seorang penulis.

Mengenai film biografi, saya ingat ketika menonton film Indonesia berjudul Gie. Film yang mengangkat kisah hidup seorang pemuda bernama Soe Hok Gie. Ia adalah seorang mahasiswa, aktivis, penulis, dan idealis. Gie memegang idelismenya sepanjang hidup. Ia bahkan mempertahankannya ketika satu demi satu rekan-rekannya semasa kuliah memilih untuk berdamai dengan keadaan. Saya merasa film tersebut layak menjadi salah satu film biografi terbaik.

Kita bisa menentukan apakah kita lebih menikmati membaca teks biografi atau menonton film biografi. Atau, kita melakukan saja dua cara tersebut sesuai dengan kondisi kita. Saya membaca buku Stephen King On Writing karena saya tidak menemukan filmnya. Saya menonton Gie karena saya belum memiliki kesempatan untuk membaca Catatan Seorang Demonstran milik Soe Hok Gie.

Film Biografi terbaik

Film-Biografi-Terbaik

Kini, kita perlu menekankan perbandingan tentang teks atau buku dengan film. Pada masa ini, teknologi digital membawa pengaruh yang sangat signifikan pada kebiasaan kita sebagai manusia. Aktivitas yang padat membuat sebagian orang lebih memilih menikmati hiburan dalam bentuk visual. Hal ini sangatlah wajar.

Teknologi visual, yaitu film, memiliki aspek yang tidak akan kita temukan dalam teks. Jika kita membaca teks atau buku, kita masih akan memenuhi benak kita dengan membayangkan atau mengimajinasikan deskripsi dalam teks tersebut. Namun, dengan menonton film, kita tidak perlu mengimajinasikan apa pun. Itulah mengapa menonton film biografi terbaik bisa menjadi sarana yang lebih santai menyenangkan bagi sebagian orang.

Lalu, bagaimana sebuah film biografi layak mendapat predikat sebagai film biografi terbaik? Secara garis besar, kita perlu memperhatikan dua sisi untuk itu, yaitu sisi cerita dan sisi sinematografi. Khususnya, apabila film tersebut merupakan hasil adaptasi dari buku atau teks biografi.

Sebagai media visual, film dapat menampilkan apa yang di dalam teks memerlukan banyak halaman ke dalam satu adegan saja. Sebuah adegan film bisa memperlihatkan setting dan berbagai propertinya, aksi para tokoh, dialog, hingga efek-efek tertentu yang memerlukan banyak halaman dalam teks. Dengan kata lain, film telah merangkum imajinasi dalam teks dan menyajikannya kembali dalam bentuk visual.

Lalu, apakah setiap adegan dalam film tersebut mampu menjalin cerita sesuai dengan yang ada dalam sebuah teks? Inilah yang menjadi tantangan bagi para sinematografer. Ketika saya menonton film Harry Potter misalnya, saya menemukan beberapa adegan yang berbeda dengan yang ada dalam novelnya. Bagi saya, hal itu tidak menjadi masalah selama tidak mengurangi orisinalitas dan makna ceritanya. Namun, sebagian orang pasti memiliki pendapat yang berbeda.

Kumpulan Film Kategori Biografi Terbaru Hingga 2026

  • Hotel Rwanda

    Hotel Rwanda

    “Hotel Rwanda” (2004), disutradarai oleh Terry George, adalah film drama sejarah yang…

  • Ford v Ferrari

    Ford v Ferrari

    “Ford v Ferrari” (2019), disutradarai oleh James Mangold, adalah film drama olahraga…

  • The Wolf of Wall Street

    The Wolf of Wall Street

    “The Wolf of Wall Street” (2013), disutradarai oleh Martin Scorsese, adalah film…

  • Downfall

    Downfall

    “Downfall” (2004), disutradarai oleh Oliver Hirschbiegel, adalah film drama perang yang menggambarkan…

  • Film A Beautiful Mind

    Film A Beautiful Mind

    Film “A Beautiful Mind” yang disutradarai oleh Ron Howard pada tahun 2001…

  • Amadeus

    Amadeus

    “Amadeus” (1984), disutradarai oleh Milos Forman, adalah film drama sejarah yang mengisahkan…

  • Braveheart

    Braveheart

    “Braveheart” (1995), disutradarai dan dibintangi oleh Mel Gibson, adalah film drama sejarah…

  • Oppenheimer

    Oppenheimer

    “Oppenheimer” (2023), disutradarai oleh Christopher Nolan, adalah film biografi epik yang mengisahkan…

  • Eat Pray Love

    Eat Pray Love

    “Eat Pray Love” (2010), disutradarai oleh Ryan Murphy, adalah film drama romantis…

  • American Gangster

    American Gangster

    “American Gangster” (2007), disutradarai oleh Ridley Scott, adalah film drama kriminal yang…

  • The Caravan of Pride (Karbala)

    The Caravan of Pride (Karbala)

    “The Caravan of Pride” (2005), disutradarai oleh Basel Al Khatib, adalah film…

  • Sang Pencerah

    Sang Pencerah

    “Sang Pencerah” (2010), disutradarai oleh Hanung Bramantyo, adalah film drama Indonesia yang…

  • Malcolm X

    Malcolm X

    “Malcolm X” (1992) adalah film drama biografi yang disutradarai oleh Spike Lee,…

  • Hwang Jin Yi

    Hwang Jin Yi

    “Hwang Jin Yi” (2007), disutradarai oleh Yun-hyeon Jang, adalah film drama biografi…

  • The Intouchables

    The Intouchables

    “The Intouchables” (2011), disutradarai oleh Olivier Nakache dan Éric Toledano, adalah film…